Gunung,  Jalan-Jalan

Kali Kedua Ke Puncak Buthak Lewat Desa Panderman

Add caption

5 Januari 2018, adalah hari aku berangkat lagi ke Gunung Buthak melalui Desa Panderman. Kali ini aku tidak Mendaki Sendirian ke Gunung Buthak seperti cerita saya sebelumnya. Saya di temani oleh Brian dan Vonda a.k.a Paidul (teman sekampus), mereka berdua mengajak teman lain bernama Afri. Saya juga mengajak Sulthan dan Akbar (teman sekantor) yang kemudian Sulthan mengajak Nabil (adik Sulthan) dan Ilham (teman sekolah Sulthan).

Kami berdelapan berangkat ke Dusun Toyomerto, Desa Panderman, Batu Jawa Timur. pukul 05:00 Selama satu jam kami sampai di Dusun Toyomerto sayangnya, untuk pengguna motor matic tidak diperkenankan naik sampai ke parkiran basecamp.

Sesampainya di Basecamp, kami menyempatkan waktu mengisi perut untuk sarapan dan mendaftar di pos pelaporan. Biaya pendaftaran per orang adalah Rp. 10.000,-

Pukul 07:00 WIB dengan cuaca yang cerah Kami memulai perjalanan. Di awal perjalanan kami disuguhkan oleh persawahan penduduk tanaman jagung dan sayur menjadi pemandangan sejauh kurang lebih 2 KM. Sampai pada tikungan pertama kami melewati sisi tebing lalu mulai memasuki hutan.

Tanjakan PHP

Yang menarik melewati tempat ini adalah tanjakan PHP Selama 1 Jam melalui tanjakan yang membuat kami sedikit-sedikit mengira bahwa tanjakan akan segera berakhir tapi nyatanya masih ada lagi tanjakan-tanjakan yang lain. Tekstur tanah yang kami lalui di tanjakan ini juga sedikit licin karena masih sedikit basah karena hujan. 
Bukan Tanjakan PHP, Ini Ilham ada di Sabana

Hutan Pinus Yang Rindang 

4 Jam berjalan membuat Saya dan Nabil yang berjalan di depan rombongan merasa kelelahan, sembari menunggu rombongan kami berdua memutuskan untuk beristirahat di bawah rindangnya Pohon-pohon pinus yang melindungi kami dari Terik Matahari. Ini adalah bagian terbaik yang Saya rasakan merebahkan punggung di alam dengan belaian lembut angin, dan merilekskan otot-otot yang tagang membuat hati terasa sangat nyaman.
Selfie, Saya ngeblurr.. bener-bener deh!

Sabana

1,5 Jam dari hutan pinus kami tiba di Sabana. Percayalah!ketika sampai di Sabana semua rasa lelah yang dirasakan akan perlahan sirna, karena di Sabana dekat sekali dengan mata air dan Puncak Gunung Buthak bisa terlihat dengan jelas. 
Nabil Menunggu, di Sabana

Belajar Masak Nasi!

Spesial pada saat pendakian kali ini saya memasak nasi menggunakan peralatan seadanya, untuk 8 orang. yang hasilnya adalah nasi kami setengah matang. Saya masih belajar untuk memasak nasi menggunakan nesting. Untungnya teman-teman mengerti dan masih menikmati nasi setengah matang buatan saya. Hihiihiihi
Brian Bantuin Memasak

Malam Yang Super Dingin!

Malam itu saya merasakan malam yang sangat dingin dibanding dengan malam-malam lain saat saya berada di gunung. Ujung Kaki saya seperti es yang membeku. Saya tidak nyenyak malam itu, namun saya melihat teman-teman tertidur pulas. 
Paidul tukang bikin Kopi 🙂

Summit Puncak

Cie Akbar yang akhirnya nyampe Puncak
Keesokan harinya kami memutuskan untuk summit ke Puncak Gunung Buthak. Trek untuk ke puncak Buthak lumayan terjal, kami memerlukan waktu 30 menit untuk akhirnya sampai di Puncak Gunung Buthak. 
Sultan Setelah berada di Puncak

Saya Senang Sekaligus Sedih!

Saya senang karena luar biasa keindahan yang disuguhkan di puncak Gunung Buthak, hari itu adalah hari yang cerah dan menyenangkan karena kami saling mengenal dan bercengkrama. Saya sedih karena selama perjalanan yang kami lalui dari Basecamp sampai ke Sabana kami sering sekali menemukan sampah-sampah plastik bekas bungkus makanan berserakan. Agaknya ini membuat saya terluka karena Gunung yang Agung tercemar oleh sampah plastik. 
Kepada para pendaki yang membaca cerita saya, Apa susahnya membawa kembali turun dan membuang sampah kalian ke tempat yang sharusnya, bukan menyelipkan kedalam semak-semak, atau berserakan sembarangan. Tidakkah terbayang di benak kalian ketika alam mulai marah hilang sabar? 
Pada akhirnya saya mengucapkan terima kasih kepada teman-teman yang bersedia memaklumi masakan saya. Semoga kita bisa kembali lagi untuk berkelana.

Sebelum Summit Puncak

Setelah berada di Puncak Buthak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *