Growth

Itaewon Class dan Mendapat Jawaban Dalam Setiap Doa

Sudah nonton drama ‘Itaewon Class’? DISCLAIMER!!! Buat yang belum nonton, dan kebetulan ketemu tulisan ini, saya memohon maaf karena akan sedikit men-spoiler garis besar cerita dari drama ini. Drama ini lagi populer khusunya di masa-masa karantina untuk kampanye pemerintah #dirumahsaja. Drama ini saya temukan di netflix, dan ketika tulisan ini keluar masih ada 15 episode dari 16 episode dramanya.

Awal saya jatuh cinta dengan drama ini karena di awal episode (episode 1) saya sudah dibuat menangis bombai. Menurut saya drama ini menghadirkan banyak pesan moral yang nyempil dengan smooth pada tiap adegan. Belum lagi pemeran utama Park Seo Joon yang memerankan Park Sae Royi mantep banget. Saya dibuat klepek-klepek karena si pemeran utama ini punya peran idealis yang tegas dan konsisten. Itulah yang membuat drama ini cukup menarik bagi saya.

Dalam drama ini saya memperhatikan adanya clue-clue yang membuat saya memiliki perasaan bisa menebak-nebak jalan cerita pada setiap episode-eposidenya. Setelah melewati beberapa episode, alur cerita drama ini mudah ditebak pada pengembangan cerita dan karakternya. Hanya saja saya tetap konsisten dalam menonton karena pesan moral yang smooth tersampaikan dengan baik pada saya. . Kalo versi emak-emanya tuh pasti akan muncul komentar seperti ini:

“Nahkan!! tenan, Pasti menang!” (ketika scene kompetisi memasak),
“Heemmm, wes tak bedek pasti seneng karo Si A” (dalam scene galau percintaan)

Bagi pembaca yang sudah melihat Drama ‘Itaewon Class’ apakah kalian memiliki perasaan yang sama dengan saya?? Jika jawabannya iya mari kita tos!!

Terkait dengan clue dan petunjuk yang ada dalam alur cerita drama ini. Jika kita tarik dan dikorelasikan dalam kehidupan nyata, atau kehidupan keseharian kita yang sebenarnya kitapun mendapatkan clue atas perjalanan hidup yang kita jalani.

Misal jika dalam drama kita bisa menebak akan dengan siapa cinta sang pemeran utama ini akhirnya belabuh karena kita melihat tekat dan kesungguhan yang ditunjukan lawan mainnya untuk dalam menunjukan cintanya pada pemeran utama.

Bagaimana jika dalam kehidupan nyata, sering kali ketika berdoa atau meminta petunjuk kepada Tuhan atas permintaan yang kita inginkan namun jawaban yang kita harapakan tidak semudah ketika melihat atau menonton drama, yakan?

Bagaimana jika sebenarnya dalam diri kita sudah ada alat yang membuat kita tahu kapan jawaban atas doa dan keinginan kita itu hadir? Akan sangat menyenangkan dan mudah sekali kita hidup. Dan ITU NYATA memang ada dalam kehidupan kita.

Kok Bisa?

Okeh, Saya akan bertanya pernahkan kalian merasakan perasaan yang tidak enak dan dalam waktu tertentu terjadi kejadian yang tidak mengenakan? Atau kalian sedang dengan perasaan yang sangat bahagia dalam waktu tertentu pula mengalami banyak kejadian baik? Atau ketika bertemu dengan seseorang yang sedang dalam kurang baik kita mampu dan tau untuk bagaimana bersikap secara hati-hati untuk membuat orang tersebut nyaman.

Energetic Communication System.

ECS (energetic communication system) merupakan bahasa alami yang ada dalam alam bawah sadar kita yang sudah ada semenjak kita lahir dan akan selalu melibatkan sensor fisik dan spiritual yang kita miliki. Jika di bahasa awamnya ini kita lebih mengenal dengan kata intuisi.

ECS lebih dari pada intuisi karena ECS selalu ada dan lebih banyak memberikan akses untuk semua inspirasi serta informasi apapun yang kita inginkan.

Energi tidak pernah lepas dalam kehidupan. Semua dan apapun yang kita lakukan membutuhkan energi, bahkan perasaan yang kita rasakan meresonansikan energi. Secara tidak sadar kita saling berbagi energi, baik dalam alam sadar kita dan alam bawah sadar kita.

Pada saat kita mampu mempertajam sistem komunikasi energi. Maka kita dapat dengan mudah menemukan Faktor momen AHA! untuk setiap jawaban yang kita cari.

Latar belakang dari setiap keputusan, tindakan, dan perkataan sebenarnya berasal dari gunung es besar pikiran yang ada di bawahnya.

Sigmund Freud (Teori Iceberg)

Mari kembali ke Drama yang membuat saya jatuh hati karena idealis dan konsistensi dari sang pemeran utama ‘Itaewon Class’.

Cara Park Sae Royi Menemukan Faktor Momen AHA!-nya

Pada scene Park Sae Royi bertemu dengan cinta pertamanya setelah berhasil keluar dari masa kelamnya. Ia mempunyai impian untuk mendirikan kedai yang pada saat itu ia tidak tau akan memulai dari mana, dan akan seperti apa usahanya nanti. Saat mengunjungi wilayah Itaewon, Park Sae Royi menemukan Faktor momen AHA!-nya untuk mendirikan usahanya.

Walau cinta pertamanya meyakinkan bahwa wilayah Itaewon tidak begitu bagus untuk memulai usaha. Jika saya menjadi Park Sae Royi yang punya impian membuka kedai saya pasti memiliki banyak pertanyaan seperti dimana tempat yang tepat untuk membuka kedai, berapa biaya yang dibutuhkan, seperti apa desain kedainya nanti dan banyak pertanyaan lain.

Disini amazingnya Park Sae Royi dengan mengikuti apa yang dia rasakan (perasaan senang, bebas, dan merasa terinspirasi dengan keragaman budaya yang dilihatnya) hanya mengatakan menyukai wilayah Itaewon. Park Sae Royi mengesampingkan pertanyaan-pertanyaan yang membuatnya khawatir akan masa depannya dan hanya fokus dengan apa yang dia rasakan pada saat itu.

ECS (Energetic Communication System) bekerja dengan melibatkan sensor fisik dan sensor spiritual yang ada dalam kita. Kita tau dan mengenal sensor fisik kita misalkan ketika mendengar atau melihat sesuatu yang membuat bulu kuduk berdiri (goosebump) berarti kita harus menaruh perhatian lebih pada hal tersebut. Tapi ingat ECS yang menghadirkan momen AHA! terjadi jika kita disertai dengan perasaan senang, terinspirasi, tenang atau perasaan positif lainnya.

Kembali ke cerita Park Sae Royi, Dalam diri Park Sae Royi banyak konflik yang tercipta dan mempengaruhi segala keputusan dan tindakannya, bahkan ada saat dimana dia mengalami masa paling bawah dihidupnya dan ada orang yang meragukan bahkan memandang rendah nilai dan prinsip hidupnya.

Dan sekali lagi Amazingnya Park Sae Royi menciptakan repetisi dalam kesehariannya yang dia yakini akan membantunya mendekatkan dengan mimpi yang Dia inginkan.

Park Sae Royi juga memiliki prinsip dan kepercayaan diri bahwa Dia adalah Orang yang layak serta mampu mewujudkan impian yang dia inginkan.

Untuk mempertajam ECS (Energetic Communication System) kita, hal yang pertama perlu kita sadari bahwa keberadaan kita di dunia itu penting dan layak atas apapun yang ada di Dunia ini. Hal ini perlu kita sadari untuk melatih kita dalam membereskan konfilk serta emosi negatif yang terpendam di alam bawah sadar kita.

Ingat! apapun trauma, emosi atau perasaan yang kita miliki baik dalam keadaan sadar atau tidak. Semuanya itu memancarkan Energi dan teresonansi keluar untuk menarik apa-apa saja yang dapat memperlambat atau mempercepat yang menjadi keinginan kita. (Law of Atractions).

Tentu tidak sekali waktu kita bisa langsung membereskan apa yang ada di alam bawah sadar kita. Butuh repetisi secara konsisten dan sabar karena bekerja dalam alam tidak sadar ini tidak semudah ketika kita dalam keadaan sadar. Salah satu cara melatih repetisi untuk membereskan apa yang ada di alam bawah sadar itu dengan lebih mengenal diri sendiri dengan cara meditasi.

Memahami, mempertajam dan melatih Energetic Communication System (ECS) dapat meningkatkan kemampuan kita dalam mengarahkan situasi-situasi yang terjadi di kehidupan kita serta menciptakan kehidupan yang kita impikan. Kita juga lebih peka dengan petunjuk Tuhan saat memberikan jawaban untuk semua doa kita.

Jika di buat list, bagaimana cara kita menemukan momen AHA! yang menjadi jawaban Doa kita,seperti Park Sae Royi?

  • Yakinkan diri bahwa kita berharga dan layak atas apapun di dunia ini.
  • Menjadi pribadi yang jujur dan percaya.
  • Melatih diri untuk mendengar suara hati yang secara konsisten kita dengar dan berulang.
  • Muncul sensasi perasaan kedamaian, terisnpirasi, nyaman, familiar, diberdayakan (empowered) dan terselesaikan.
  • Adanya kemauan untuk terus maju (desire to move foward)
  • Muncul perasaan bangga, penuh, dan kelimpahan untuk berbagi dengan orang lain.
  • Fokus hanya pada masa sekarang (Present Moment).

Saya berterima kasih, kepada pembaca yang sudah sampai akhir tulisan ini, sampai bertemu di tulisan yang lain.

Saya berterima kasih kepada Marina M. Cooper untuk Bukunya “How To Use Your Intuition To Get What You Desire and Deserve ‘The AHA! Factor'” 2016. Tulisan ini saya dedikasikan untuk Komunitas “Baca Bikin Hebat” -#YOLOBookInsight

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *